Manusia dan Cinta Kasih

Review Film 'Cinta Tapi Beda'



Dari judulpun kita sudah mengetahui bahwasanya tema dari film ini mengaitkan antara cinta dan perbedaan agama. Cinta Tapi Beda merupakan film bergenre drama, disutradarai oleh Hanung Bramantyo & Hestu Saputra dan produsernya yaitu Raam Punjabi. Rilis pada tanggal 27 Desember 2012 yang berdurasi cukup pendek yaitu 96 menit.



Pemain dalam film ini antara lain: Reza Nangin (Cahyo), Agni Pratistha (Diana), Choky Sitohang (Oka), Ratu Felisha (Mitha), Jajang C Noer (Mama Diana), Nungki Kusumastuti (Mbak Diyah), August Melasz (Pak Subiakto), Hudson Prananjaya (David), Leroy Osmani (Om Thalib), Ayu Diah Pasha (Istri Thalib), Hanung Bramantyo (Pelanggan Cafe), Suharyoso (Pak Fadholi), Sitoresmi Prabuningrat (Munawaroh Lestari Fadholi), Rara Nawangsih (Retno Fadholi).



            Kisah diawali dari Cahyo yang baru pulang pekerjaannya sebagai chef di restoran ternama di Jakarta, yang telah merencanakan pertemuannya dengan sang kekasih (Mitha). Namun, ternyata Mitha membatalkan janjinya dan ketahuan selingkuh dengan lelaki lain. Akhirnya Cahyo memutuskan hubungannya dengan Mitha. 3 bulan kemudian, Cahyo berkunjung ke tempat bulenya, guru tari, yang hari itu sedang mengadakan pentas tari. Dan dari situ ia bertemu dengan Diana, salah satu penari di pertunjukan tersebut.



Diana dan keluarganya adalah penganut agama katolik yang taat beribadat. Begitu pula dengan Cahyo yang berasal dari keluarga muslim yang taat. Setelah lama bertemu, akhirnya mereka memutuskan untuk menjalin hubungan meski berbeda keyakinan. Waktu terus berlanjut hingga mereka serius untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Saat Cahyo akan memperkenalkan Diana ke keluarganya, Diana merasa khawatir karena ia bukan dari keluarga yang seiman dengan Cahyo. Ibunda Cahyo merasa maklum dengan cinta antara dua sejoli tersebut, tetapi tidak dengan ayahnya. Ayah Cahyo sampai kapanpun tidak akan memberi restu kepada mereka. Cahyo menentang perkataan ayahnya, ia mengatakan seharusnya sang ayah lebih toleransi terhadap perbedaan agama. Karena termakan emosi, Cahyopun mengemasi barangnya dan pulang ke Jakarta bersama Diana.



Diana meminta restu terhadap ibunya. Tapi ibunya juga tak setuju jika ia menikah dengan Cahyo. Ibunya takut Diana akan seperti kakak-kakaknya yang berpindah agama karena menikah dengan yang tak seiman. Diana satu-satunya harapan sang Ibu. Namun karena kekuatan cinta, Cahyo yang ditolak berkali-kali oleh ibunya Diana itupun tidak putus asa. Ia mencoba membujuk ibu Diana untuk mendapat restu. Tetapi hasilnya sia-sia. Ibu Diana sudah memilih lelaki yang baik dan seiman dengan Diana.



Karena sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi, mau tak mau, Diana menurut apa yang dikatakan ibunya. Ibunda Diana, Diana, dan Oka (calon suami Diana yang dipilih ibunya) segera berangkat ke Padang untuk melaksanakan pernikahan tersebut.

Pernikahan itupun berlangsung, semua merasa bahagia, kecuali Diana. Oka akhirnya memutuskan untuk membatalkan pernikahan tersebut. Ibu Diana merasa sangat kecewa dan sedih, tetapi setelah Oka menjelaskan bahwa pernikahan tidak boleh dilakukan secara paksa, beliaupun langsung luluh dan berpikir panjang. Lalu akhirnya Diana dibolehkan menikah dengan lelaki pilihannya; Cahyo.



Secara keseluruhan tentunya film ini sangat bagus, ditambah pemain-pemainnya yang sudah mahir dalam perannya. Dan pendatang baru yang tak kalah hebat yaitu Reza Nangin yang berperan sebagai Cahyo, partnernya bersama Agni Pratistha. Mungkin karena durasi yang lumayan pendek, jadi alurnya-pun terlalu cepat. Cahyo dengan mudahnya mengambil keputusan akan menikah dengan Diana.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manusia dan Keadilan

Manusia dan Keadilan

Laporan Hasil Kunjungan ke Museum POLRI